-->

Dengan Kostum Spidermen, Ahok Disebut 'Bajingan' dalam Sampul Buku Ini, Bagaimana Tanggapan Ahok?

Ahok Sang Pemimpin 'Bajingan'
Ahok Sang Pemimpin 'Bajingan'
NASIONAL, BUKAKATA.COM - Sebuah buku berjudul kontroversi "AHOK SANG PEMIMPIN 'BAJINGAN'" resmi diterbitkan. Buku yang ditulis oleh Maksimus Ramses Lalongkoe dan Syaefurrahman Al-Banhary ini membahas karakter Gubernur Basuki Tjahaja Purnama Atau Ahok yang dinilai unik dan lain dari kebanyakan pemimpin lainnya.

Maksimus mengatakan, kata "bajingan" di judul buku tersebut melambangkan Ahok yang dinilai adalah sosok pemimpin yang mampu mengatasi para penjahat kerah putih yang dinilai tidak mampu dijinakan oleh pemimpin lainnya. Maksimum menyebut buku tersebut memuat isi dari perspektif komunikasi.

"Buku ini adalah jembatan antara masyarakat dan pemimpinnya. Dan kami melihat dari sisi komunikasi," ujar Maksimus di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/5/2016).

Sebelum menerbitkan buku tersebut, penulis lainnya Syaefurrahman mengatakan bahwa ada ketakutan ketika pihaknya mendatangi Ahok.

"Kami takut ditolak oleh Pak Ahok karena ada kata kata-kata 'bajingan' di dalamnya. Pada saat itu saya siap-siap untuk menarik buku itu jika Pak Ahok tidak setuju," ujar Syaefurrahman.

Penertiban buku tersebut juga dihadiri peneliti CSIS J Kristiadi, pakar sosiolog komunikasi Burhan Bungin, pengamat politik Formappi Lucius Karus, dan Juru Bicara Ahok Dwi Joko Rusriyanto.

Ikon Superhero Spiderman

Ikon superhero Spiderman dipakai menjadi sampul buku "Ahok Sang Pemimpin 'Bajingan'". Pertanyaan pun bermunculan kenapa superhero besutan Marvel yang mempunyai kekuatan jaring laba-laba dipakai pada sampul buku tersebut?

Salah satu penulis, Maksimus Ramses Lalongkoe mengungkapkan, pemilihan tokoh Spiderman yang dijadikan sampul buku melambangkan kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama bak pahlawan yang berani menentang seluruh kebijakan yang tidak sesuai dengan nilai kebenaran.

"Kenapa harus Spiderman, karena menurut kami penulis, Ahok itu orang yang selama ini sangat berani menentang semua orang yang menurut dia tidak setuju dengan jalan yang dia lalui, salah satunya dengan pemberantasan korupsi, bahkan BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan) sekalipun dia tantang," ujar Maksimus di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/5/2016).

Sedangkan kekuatan jaring, untuk menangkap para penjahat dan koruptor yang ingin bermain mata di Pemerintahan DKI. Namun, penulis lainnya Syaefurrahman mengatakan makna jaring tersebut juga bisa berbalik kepada Ahok jika tidak berhati-hati antara tindakan dan ucapan. (Baca: Penulis Buku "Ahok Sang Pemimpin Bajingan" Takut Temui Ahok)

"Kalo tidak sama antara omongan dan tindakan, jaring juga akan mengenai Ahok, jadi dia harus hati-hati," ujar Syaefurrahman Sebuah buku berjudul "Ahok Sang Pemimpin 'Bajingan'" diterbitkan hari ini.

Sampul buku tersebut terpampang wajah Ahok dengan tubuh seorang super hero Marvel yaitu Spiderman. Tampak superhero berkostum merah biru itu tengah melompat menebar jaring laba-laba.

Reaksi Ahok Disebut 'Bajingan'

Syaefurrahman mengatakan sebelum menerbitkan buku tersebut, pihaknya sudah terlebih dahulu mendatangi Ahok.

Dalam pertemuan tersebut, Syaefurrahman mengatakan bahwa Ahok tidak keberatan adanya buku itu, namun Ahok sedikit terkejut ketika melihat judul yang dipakai di buku tersebut.

"Dia tidak keberatan, waktu ngobrol dia bilang 'Wah, saya bajingan ya?' Udah tersenyum saja," ujar Syaefurrahman.

Selain itu, yang membuat Syaefurrahman yakin bahwa Ahok tidak keberatan hadirnya buku itu adalah Ahok mau menandatangani beberapa buku yang disodorkan ke Ahok. Dirinya menilai tidak akan ada tuntutan pencemaran nama baik dari Ahok jika buku tersebut diterbitkan ke publik.


"Beliau tandatangan, ya sudah, artinya kami lepas dari tuntutan hukum. Ini kan menyangkut karakter orang, makanya kami lakukan audiensi," ujar Syaefurrahman.

Sumber; Kompas.com/Tribunnews 
Advertisement by Google
BERIKAN KOMENTAR ()
 
loading...