Pengendara Di Pukul Para Polantas, Netizen Marah
![]() |
| Polisi Ringan Tangan Yang Memukul Pengendara Wisnuhadi Widyoastono |
Menurut cerita di akun tersebut, peristiwa itu terjadi di Perempatan Duren, Kampung Sawah, Ciputat.
"Saya mengendarai motor dalam kondisi macet dari segala arah dan sedang berhenti nunggu giliran. Tiba2 disuruh menepi oleh petugas polisi untuk ditanya surat2 kendaraan. Di lokasi tersebut tidak ada papan pemberitahuan razia atau pemeriksaan."
"Saya menepi dan bertanya kepada petugas tersebut untuk melihat surat tugas mereka secara baik2. Petugas yg bernama NASUTION tiba2 membentak2 saya sambil membawa saya ke komandannya yg bernama AGUS.S. Ketika bertemu dengan komandannya, saya tanya kenapa saya dimintai surat2. pelaku NASUTION masih bicara emosi tinggi. Jelas saya tidak terima, saya bicara baik2. kemudian datang lagi satu petugas anak muda berkulit gelap (tidak tahu namanya siapa) ikut marah2 ke saya. Kembali saya menjelaskan bahwa saya hanya bertanya dan menegaskan ke mereka kenapa harus dengan emosi."
"Tiba2 saya dipukul oleh NASUTION dan temannya yg berkulit gelap ikut memukuli saya. Tidak cukup 2 orang memukuli saya, masih ditambah lagi ada seorang petugas sudah tua langsung datang dari jauh dan ikut memukuli saya. Total ada 3 orang memukuli saya saat itu. Beruntung saya masih memakai helm."
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, dia sudah mengetahui hal tersebut dari posting seorang warga di media sosial. Ia menuturkan akan memastikan terlebih dahulu mengenai dugaan kasus tersebut.
Awi menambahkan, dirinya sudah menghubungi Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ayi Supardan untuk mencari tahu kebenaran hal itu.
"Tadi malam sudah dikroscek, di mana TKP-nya, anggota mana, sudah hubungi Kapolres Tangsel dan sudah di-share ke dia untuk ditindaklanjuti kasusnya. Untuk diklarifikasi dulu itu betul atau tidak," ucapnya.
Awi mengimbau kepada masyarakat jika mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari jajaran kepolisian untuk segera melaporkannya. Ia meminta masyarakat agar tidak takut untuk melaporkan hal tersebut.
"Kami ada unit Propam yang bisa menerima pengaduan, masyarakat jangan takut, laporkan kalau ada anggota kami. Tentunya kami akan melakukan penyelidikan kasusnya," kata Awi.
Sumber: Kompas.com
Advertisement by Google
