-->

Setelah Warga Kanada di Eksekusi, Ini Nasib Wanita China yang Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Militan Abu Sayyaf ©2016 mindanaoexaminer.com
INTERNASIONAL, BUKAKATA.COM - Kelompok Abu Sayyaf kembali membebaskan seorang wanita asal China yang sudah disandera hingga dua tahun lamanya. Kepolisian FIlipina menyebutkan, perempuan ini disandera di sebuah pulau di Provinsi Basilan pada 2014 silam.

Kepala polisi Provinsi Basilan, Inspektur Wilfredo Cayat mengatakan, Yahong Tan Lim dibebaskan pada Selasa siang di sebuah desa dekat Kota Patikul, Sulu. Dia menambahkan pembebasan perempuan ini berkaitan erat dengan operasi militer yang dilakukan oleh Filipina belakangan ini.

Cayat mengungkapkan, pada 2014 lalu, Lim disandera bersama ibunya Dina Tan Iraham, seorang pebisnis di Sulu.

"Ibunya sudah dibebaskan terlebih dahulu, namun para penyandera memutuskan untuk tetap menahan Lim hingga dua tahun lamanya," kata Cayat, seperti dilansir dari surat kabar Gulf Today, Kamis (5/5).

Abu Sayyaf juga meminta tebusan sebesar USD 600 ribu (setara Rp 8 miliar) untuk pembebasan ibu dan anak tersebut. Tidak diketahui apakah Lim bebas karena tebusan dipenuhi.

Lim dibebaskan setelah kelompok ini mengeluarkan video berisi ancaman kepada pemerintah Kanada dan Norwegia untuk membayar tebusan bagi warganya. Masih ada dua sandera dari Barat dan satu sandera asal Filipina, serta empat sandera asal Indonesia yang disandera kelompok ini.

Abu Sayyaf pekan lalu memenggal kepala John Ridsdel yang merupakan manager sebuah resor di Filipina. Ridsdel berkebangsaan Kanada diculik bersama dengan Robert Hall yang satu negara dengannya, Marites Flor asal Filipina dan juga Kjartan Sekkingstad asal Norwegia.

Selain itu, pada akhir pekan lalu, kelompok ini juga membebaskan 10 WNI yang merupakan awak kapal Anand 12 setelah ditawan lebih dari sebulan. Para ABK tersebut kini sudah dikembalikan ke keluarga masing-masing melalui serah terima di Kementerian Luar Negeri, Senin kemarin.

Sumber: Merdeka.com
Advertisement by Google
BERIKAN KOMENTAR ()
 
loading...