-->

Tak Muluk-muluk, 2019 Presiden Jokowi Targetkan 30 Waduk Selesai Dibangun, Paling Banyak Di Luar Jawa

Waduk Jatigede direncanakan menjadi destinasi wisata terpadu yang mengintegrasikan berbagai macam aktivitas wisata, olahraga, bisnis, dan perhotelan. Kondisi aktual waduk pada Kamis (17/12/2015). Photo: Kompas.com
NASIONAL, BUKAKATA.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan 30 waduk rampung pada 2019 mendatang.

Dalam 5 tahun, pemerintah membangun 49 waduk dengan 16 waduk yang tengah dalam pembangunan. Dengan demikian, total waduk di Indonesia pada  tahun tersebut sebanyak 65 buah.

Pembangunan waduk tersebut masuk dalam program sumber daya air (SDA) yang dibagi menjadi dua, yaitu pembangunan baru dan rehabilitasi bendungan yang sudah ada.

"Pembangunan baru paling banyak luar Jawa. Kalau rehabilitasi banyaknya di Jawa," ujar Direktur Jenderal SDA Mudjiadi, di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Mudjiadi menuturkan alasan pembangunan bendungan baru lebih banyak di luar Pulau Jawa karena menurutnya, lahan di Pulau Jawa sudah mulai menipis.

Untuk merehabilitasi waduk saja dibutuhkan lahan seluas 3 juta hektar. Sementara untuk pembangunan baru, luasnya sekitar 1 juta hektar.

Hingga saat ini, sebanyak 200.000 hektar pembangunan waduk baru telah dibuat kontrak kerjanya.
Adapaun untuk waduk yang direhabilitasi setahun rerata 350.000-an hektar, dan yang sedang berjalan seluas 700.000 hektar.

"Dananya sebanyak 65-70 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bidang SDA senilai Rp 30 triliun," sebut Mudjiadi.

Pembangunan SDA sendiri, lanjut dia, dibagi menjadi konservasi, pendayagunaan, dan pengendalian. Ke depannya, pemerintah lebih fokus pada konservasi supaya lahan-lahan kritis berkurang.

Untuk pemanfaatan bendungan di Pulau Jawa, difokuskan pada penghematan bukan lagi meningkatkan kapasitas. Artinya, tutur Mudjiadi, pemerintah harus mengupayakan untuk menghemat air yang ada.

"Kalau di Luar Jawa, fokus kita bagaimana meningkatkan sumber air. Kalau untuk pengendalian, bagaimana bencana banjir makin lama makin berkurang," jelas Mudjiadi.

Sumber: Kompas.com
Advertisement by Google
BERIKAN KOMENTAR ()
 
loading...