![]() |
| Anak-anak Bermain di Bantaran Anak Sungai Ciliwung, Jalan Labu, Mangga Besar Jakarta Barat. Photo: Kompas.com |
(INI VIDEO BAGAIMANA RAHASIA AHOK BERSIH-BERSIH KALI DI JAKARTA HINGGA BERSIH BENING)
Panas baru saja beranjak ketika merdeka.com menyambangi aliran sungai Ciliwung di kawasan Menteng, Jakarta Pusat Kamis pekan lalu. Muhammad Rujito, 40 tahun, asyik mengayuh rakitnya. Di atas rakit itu dia juga membawa jaringan mirip jala ikan. Sesekali tangannya melemparkan jala itu ke aliran sungai Ciliwung kemudian dia tarik perlahan.
(Baca: Semakin Nyaman, Kini Kampung Pulo Tak Lagi Jadi Icon Kampung Banjir Jakarta)
Rujito bukan sedang mencari atau menangkap ikan, dia sedang bekerja memunguti sampah terbawa di aliran sungai. "Geli awalnya, ketemu bangkai tikus sama kotoran manusia," ujar Rujito saat berbincang dengan merdeka.com di bawah jembatan fly over Kuningan, Kamis pekan lalu. Rujito merupakan salah satu petugas Pekerja Harian Lepas (PHL) Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Karena menggunakan pakaian oranye, warga sering menyebutnya 'Pasukan Oranye'.
(TONTON VIDEO BAGAIMANA RAHASIA AHOK BERSIH-BERSIH KALI DI JAKARTA HINGGA BERSIH BENING)
![]() |
| Anak-Anak Mandi di Sungai. Photo Dinas Kebersihan DKI Jakarta |
Selepas azan subuh, Rujito mulai bergegas dari kediamannya di Cibubur, Jakarta Timur. Jam kerjanya dimulai dari pukul enam pagi. Butuh waktu satu jam setengah Rujito sampai di tempat kerjanya. Tantangan pun sering dialami Rujito. Terkadang saat membersihkan sampah di kali, dia juga kerap menemukan ular. Maklum, di sepanjang aliran sungai Ciliwung kerap ditemukan binatang melata. "Pernah ketemu ular sanca, tetapi ini kewajiban saya untuk membersihkan kali," ujarnya.
| Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berfoto bersama para pekerja penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat. |
"Wah, kalau sakit gatal-gatal mah sudah biasa, tetapi ya balik lagi ibadah dan niat. Alhamdulillah sekarang sembuh," tutur Trisna seraya menunjukkan bekas sakit kulit pada bagian kaki dan tangan.
Beratnya pekerjaan mereka pun terlihat dari jumlah sampah saban hari berhasil mereka pungut dari aliran sungai. Setidaknya, volume sampah di sepanjang sungai Ciliwung tepat di area mereka bekerja saban hari dua kubik. Sampah-sampah itu dari berbagai macam jenis mulai dari plastik, botol minuman hingga kotoran manusia. "Dari sampah botol-botol minuman ada sampah kotoran manusia," kata Trisna.
(TONTON VIDEO BAGAIMANA RAHASIA AHOK BERSIH-BERSIH KALI DI JAKARTA HINGGA BERSIH BENING)
Sumber: Merdeka.com
Advertisement by Google

