![]() |
| Nanang Ainur Rofiq dalam sebuah acara debat di TV One pada 6 Januari 2014 lalu. Photo by Berita Terbaru. |
BukaKata, Jakarta. Telah beredar kabar di kalangan pendukung ISIS Indonesia bahwa salah satu tokoh mereka, Nanang Ainur Rofiq alias Abu Muhammad, tewas dalam suatu serangan pasukan koalisi di Manbij, suatu kota di Provinsi Aleppo, Suriah.
Kemungkinan besar Nanang merupakan salah satu dari 132 anggota ISIS yang tewas dalam operasi yang dilancarkan oleh pasukan koalisi sejak 31 Mei 2016.
Tentunya ini merupakan suatu kabar gembira bagi segenap rakyat Indonesia karena Allah telah menyingkirkan salah satu pihak perusak kesatuan dan keutuhan bangsa Indonesia. Kematian Nanang juga menjadi kabar gembira bagi seluruh pendukung ISIS di Indonesia karena salah satu figur panutan mereka telah mencapai cita-citanya untuk mati di ujung peluru tentara koalisi.
Nanang merupakan salah satu tokoh ISIS di Jabodetabek yang pada tahun 2015 lalu sangat aktif merekrut anak-anak muda, khususnya anggota dan ex-anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) untuk ISIS. Dalam ceramah-ceramahnya yang disampaikannya di Masjid Al Fataa, Menteng, Jakarta Pusat dan Masjid Taman Ibadah, Tomang, Jakarta Barat, Nanang mengajak anak-anak muda untuk hijrah ke Suriah membela ISIS dari serangan anggota Jabhat Nushrah (kelompok binaan Al Qaeda), tentara koalisi dan tentara pemerintah Suriah.
Nanang berangkat ke Suriah akhir 2015. Dia berangkat ke Suriah bersama beberapa pendukung ISIS asal Jabodetabek.
"Pada saat itu, dia berangkat sendiri, tanpa membawa anak dan istri. Keluarganya ditinggalkan di Jakarta dan diurus oleh anggota jamaahnya yang selama ini aktif mengurus kajian ISIS di Jakarta Barat," kata salah seorang simpatisan ISIS yang pernah terlibat debat dengan Nanang soal kewajiban hijrah ke Suriah.
Pada awalnya, simpatisan tersebut menyarankan agar Nanang jangan meninggalkan Indonesia karena para pendukung ISIS di Jakarta masih memerlukan bimbingannya. Dengan keras Nanang menolak saran tersebut. Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya simpatisan ini harus merelakan kepergian Nanang ke Suriah.
Jauh sebelum ISIS muncul, Nanang merupakan salah satu pejabat teras JAT. Dia menjabat sebagai juru bicara JAT sejak akhir 2013, menggantikan jubir sebelumnya, yaitu almarhum Son Hadi.
Dalam kedudukannya sebagai Jubir JAT, Nanang dikenal sebagai orang yang temperamental dalam acara-acara dialog mengupas buku Tadzkiroh karangan pimpinan JAT, Abu Bakar Ba'asyir.
Misalnya, dalam acara debat di TV One pada Senin malam (6/1/2014), Nanang yang saat itu berbaju koko dan berjenggot tipis sepertinya tidak bisa menahan diri ketika Nasir Abas (mantan anggota Jemaah Islamiyah) mengkritisi konten buku Tadzkiroh. Dia tampak berapi-api berusaha membela dan mendewa-dewakan buku mahagurunya itu. Beberapa kali Nanang mengumbar emosi bagaikan mau berkelahi. Demikan seperti dilaporkan dalam Media Al Ikhwan pada hari Minggu (12/1/2014).
Pada tanggal 9 Maret 2014, Nanang dipecat dari jabatannya sebagai jubir JAT dan digantikan oleh Ahmad Fatih. (BNKRI-0612).
Advertisement by Google
