![]() |
| Robert Hall (no.2 dari kiri duduk) bersama 3 orang tawanan lainnya, 2 warga Kanada dan seorang tawanan wanita warga Norwegia. |
Tawanan Pria asal Kanada bernama Robert Hall, yang telah disandera kelompok Abu Sayyaf sejak September 2015 lalu, akhirnya tewas diujung pedang mereka. Kabar tersebut disampaikan juru bicara Abu Sayyaf, Abu Raami melalui telepon kepada media Filipina, Philippines Inquirer, Senin (13/6).
Dalam pembicaraan telepon itu, Raami menyatakan bahwa mereka telah membunuh warga Kanada, Robert Hall, 68 tahun. “Raami mengatakan jenazah Hall akan ditemukan di suatu tempat di kota Jolo pada Senin,” tulis Inquirer.
Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan 600 juta peso (sekitar Rp 173,2 miliar) demi pembebasan Hall beserta tawanan warga Norwegia Kjartan Sekkingstad, 57 tahun dan seorang wanita Filipina, Marites Flor, 41 tahun.
John dieksekusi seteleh kelompok Abu Sayyaf tidak mendapatkan uang tebusan dari pemerintah Kanada.
Militer Filipina menyatakan masih memverifikasi laporan pemenggalan Hall. “Saya tidak dapat memastikan atau membantahnya. Kami belum mendapat laporan dari unit kami di lapangan. Kami akan mengupdate Anda secepatnya setelah mendapatkan dari unit di lapangan,” kata juru bicara Komando Mindanao Barat, Mayor Filemon Tan.
Media Singapura, Straits Times, mengutip sumber terpisah di Pulau Jolo, memastikan bahwa Hall telah dieksekusi. Kantor berita Al Jazeera, CBC dan Rappler juga mengutip sumber militer yang memastikan eksekusi Hall.
Sebelumnya, kelompok Abu Sayyaf juga telah mengeksekusi seorang warga Kanada, John Ridsdel, 68 tahun, yang menjabat Direktur perusahaan pertambangan, pada 23 April 2016 lalu. Hall dan Ridsdel merupakan 2 dari empat sandera yang ditahan saat berada di kawasan wisata Pantai.
Sebelumnya pada bulan april kemarin, John Ridsdel, warga Kanada juga telah dieksekusi kelompok Abu Sayyaf.
Hall, Flor, Sekinstad dan John Ridsdel diculik dari sebuah marina dari Pulau Samal, Davao del Norte pada 21 September 2015. Kelompok abu sayyaf meminta uang tebusan US$ 80 juta atau sekitar Rp 1,056 triliun untuk kebebasan john Ridsdel dan ketiga rekannya.
Namun hingga tenggat waktu yang diberikan Abu Sayyaf tak kunjung diindahkan oleh pemerintah Kanada, John akhirnya dipenggal. Dalam video viral yang tersebar, sebelum dieksekusi, John Ridsdel sempat memperingatkan ia adalah sandera pertama yang bakal dihabisi nyawanya jika uang tebusan tidak dibayarkan.
Sumber: Jakarta Greater
Advertisement by Google
