-->

Heboh RSI Purwokerto, "Maling Teriak Maling", Din Syamsuddin: Kalau Tidak Ikhlas Nyumbang, Sumbangannya bisa Dikembalikan, Tapi Harus ada buktinya

Demo Rumah Sakit Islam Purwokerto Milik Publik, Bukan Golongan Tertentu
BUKAKATA.COM, NASIONAL - Polemik akuisisi Rumah Sakit Islam Purwokerto makin meruncing, penggede Muhammadiyah turun mengeluarkan statemennya. Misalnya mantan Ketua Umum Din Syamsuddin, yang mengeluarkan statemen khusus terkait Rumah Sakit Islam yang didaftarkan menjadi aset Muhammadiyah itu.

Dalam laporan Agus Maryono, seorang Jurnalis Banyumas yang mengikuti proses ini sejak lama, mengatakan ada yang tidak benar dalam proses akuisi dari Yayasan Rumah Sakit Islam Purwokerto ke/menjadi aset Muhammadiyah.

Pengalihan Aset dari YARSI (Yayasan Rumah Sakit Islam Purwokerto) ke Aset Muhammadiyah

Rumah Sakit Islam Purwokerto (RSIP) yang berlokasi di Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kini dirundung masalah hukum yang serius.Pasalnya Yayasan tampat RSIP ini bernaung yakni YARSI (Yayasan Rumah Sakit Islam Purwokerto) dinilai oleh para karyawan dan beberapa pengurusnya tidak lagi amanah. Tidak amanahnya karna menurut para karyawan yang berkerja di RSIP ini , Yayasan dinilai telah secara nyata berkongkalikong dengan Ormas Muhammadiyah mengalihkan aset Yayasan yakni RSIP kepada pihak lain yakni Muhammadiyah. 
"RSIP bukan milik Muhammadiyah, RSIP Bukan milik UMP, RSIP adalah milik Wong Banyumas", demikian diantara bunyi poster-poster dan spanduk yang dibuat oleh para Karyawan RSIP dalam aksi unjuk rasa selama enam bulan terakhir. Spanduk-spanduk cukup besar itu tidak hanya dibawa ketika mereka melakukan aksi turun jalan di halaman Gedung Bupati, Polres dan Pengadilan Negeri , Banyumas namun juga sempat menghiasi lingkungan Rumah Sakit beberapa waktu lalu. 

Ratusan Karyawan RSI Demo Muhammadiyah di Halaman Kantor PN Purwokerto, Jawa Tengah

Karyawan dan Umat Islam Banyumas Tidak Ingin RSI Dimiliki Satu Ormas Agama Manapun, Mereka Ingin Tetap RSI INI INDEPENDEN

Karyawan dan umat Islam Banyumas tidak menghendaki RSI menjadi  milik salah satu ormas agama manapun. Karna menurut mereka dalam akta pendirian dan sejarah pendiriannya tidak ada satu klausulpun yang menyatakan bahwa RSI itu adalah milik Muhammadiyah. Dalam AD/ART Yarsi yang berdiri awal tahun 1980-an ini Muhammadiyah memang disebut yakni berafiliasi  dengan RSIP. Afiliasi itu kemudian diterjemahkan oleh Muhammadiyah sendiri melalui surat keterangannya pada tahun 1989, bahwa kata afiliasi itu hanya bersifat ideologis dan tidak berarti ikut campur atau bahkan memiliki dalam pengelolaannya.

Surat Rekomendasi Bupati Banyumas Roedjito Tahun 1986

Karyawan dalam aksinya di sejumlah titik di dalam maupun di luar lingkungan RS  sempat menunjukan Surat Rekomendasi  Bupati Banyumas Roedjito tertanggal 31 Desember 1986, sebagai salah satu dalilnya, yakni tentang keberadaan dan kegiatan Rumah Sakit Islam Purwokerto. Dalam Surat Rekomendasi tersebut isinya memang menyatakan bahwa Rumah Sakit Islam Purwokerto adalah milik Yayasan Rumah Sakit Islam Purwokerto yang didirikan secara swasembada murni yang dibiayai oleh kaum Muslimin Indonesia khususnya kaum Muslimin Banyumas. 

Muhammadiyah yang Merasa Memiliki RSIP Mengalihkan Pengelolaan ke Universitas Purwokerto

Karna merasa memiliki RSIP, melalui Surat Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas yang disepakati oleh Pimpinan Pusatnya 2014 lalu, mengalihkan pengelolaan RSI itu kepada Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) untuk digunakan sebagai RS Pendidikan Fakultas Kedokteran di kampus tersebut.

Muhammadiyah Disinyalir Ingin Menyelematkan Fakultas Kedokteran UMP yang Belum Memiliki Rumah Sakit

RSIP ini sudah berdiri dan beroperasi sejak tahun 1980-an, mengapa SK  klaim  itu baru dilakukan pada tahun 2014. Sejumlah pihak yang berkonflik menduga hal itu berkaitan dengan keberadaan Fak Kedokteran UMP yang hingga kini belum punya rumah sakit sendiri. Mungkinkah akuisisi itu dilakukan untuk menyelamatkan Fak Kedokteran UMP karna selama ini sudah melangsungkan perkuliahan bagi mahasiswanya  sementara  belum memiliki rumah sakit sendiri? Karna aturannya memang keberadaan  RS adalah wajib adanya bagi PT Yang berani membuka FK. Faktanya sejumlah Surat Keputusan ber Kop UMP terkait dengan peran FK-nya  pun kemudian muncul mencampuri urusan pengelolaan RSI. Hanya Tuhan yang Tau. Tahun 2013 adalah awal FK UMP berjalan dan hingga 2016 masih berlangsung menerima mahasiswa baru dengan kepemilikan RS yang  belum jelas. 

Terkait dengan FK UMP ini sebenarnya Ia sudah berusaha membangun RS sendiri tidak jauh dari kampusnya yakni di Desa Karangsoka, sekitar 500 m timur kampus. Namun konon  tidak dijinkan  Pemkab, karna dibangun tanpa legalisasi yang benar  diantaranya karna dibangun  di atas zona hijau.  Semenjak Muhammadiyah mengklaim dan menyatakan mengambil alih RSIP ini gelombang protes dari internal rumah sakit memang terus mengalir deras. Upaya upaya dialogis antara pihak Yayasan dan pekerja tak membuahkan hasil. Gelombang protes pun akhirnya pecah melalui beberapa aksi unjuk rasa oleh para karyawan RSIP sejak Nopember 2015 lalu. Mereka terang-terangan menolak akuisisi RSIP oleh Muhammadiyah dan menuntut agar RSIP tetap independent sesuai amanah pendirian semula.

PERNYATAAN REKTOR STAIN PURWOKERTO

"Sebentar kang Yunus, lagi saya mintakan copy lengkap akte notariatnya.

Yang pasti, kalau sejak awal RSI itu memang dianggap amal usaha Muhammadiyah, maka Muhammadiyah juga sejak awal mempunyai i'tikad buruk, dengan memaksa seluruh siswa muslim, pegawai muslim dan masyarakat muslim banyumas menjadi penyandang dana, dengan instruksi bupati.

Itu sebabnya, masyarakat muslim Banyumas yang dulunya dipaksa nyumbang RSI dengan instruksi bupati, tiba tiba kini, setelah jadi dan berkembang, tiba-tiba digagahi Muhammadiyah, ya tidak rela.
Kalau sejak semula jelas bahwa RSI itu di-woro-woro milik Muhammadiyah, pasti tidak bakal ramai seperti hari ini

Mungkin bisa disampaikan juga pada kang Din Syamsuddin, kalau banser dan elemen masyarakat muslim melakukan gerakan hari ini, dianggap tidak etis.

Sangat tidak etis juga dong, jika Muhammadiyah, memaksa muslim Banyumas melalui rekomendasi Bupati, kekuasaan Kakandepag saat itu, Kakandiknas, dll untuk ndanai amal usaha Muhammadiyah"

TANGGAPAN MANTAN KETUA UMUM MUHAMMADIYAH, DIN SYAMSUDDIN

Maaf terpaksa menanggapi Ketua STAIN Purwokerto:
1. Sangat naif menuduh Muhammadiyah beri'tikad buruk dgn memprakrasai pendirian Rumah Sakit Islam dgn meminta bantuan kepada seluruh umat Islam. Bukankah dakwah Islamiyah selama ini memang menuntut seluruh umat Islam utk membantu?

2. Seandainya ada yg merasa terpaksa menyumbang utk amal sosial seperti rumah sakit dan di kemudian hari mempersoalkannya, maka mereka patut dikasihani karena tak mendapat berkat/pahala dari perbuatannya.

3. Sebaiknya kepada orang-orang seperti itu diberi kembali sumbangannya (tentu dgn bukti bhw memang pernah menyumbang, karena banyak yg mengklaim pernah menyumbang padahal tdk menyumbang). Jangan-jangan orang-orang yg menduduki RSI Purwokerto itu tdk pernah menyumbang.

4. Kalau pun ada amal sosial yg diprakarsai dan kemudian dilola oleh sesama Muslim (Ormas Islam), seyogyanya Muslim/Ormas Islam lain mendukungnya. Dan ini banyak terjadi, banyak lembaga dakwah termasuk masjid yg pembangunannya dibantu oleh seluruh elemen umat Islam termasuk Muhammadiyah tp dilola oleh ormas tertentu/NU, namun diterima dgn ikhlas sebagai sarana dakwah (saya dengar Masjid Agung Purwokerto demikian adanya).

5. Tasamuh seperti ini dari dulu sangat kuat mengakar dlm kehidupan Umat Islam di Nusantara (manifestasi dari Islam Nusantara yg rukun, damai, dan santun), namun sekarang terganggu oleh intoleransi sektarian/ashabiyah (khususnya terhadap sesama Muslim).

6. Dan yg paling penting, apakah wawasan akhlak kita membenarkan "menduduki lembaga yg dilola oleh sesama Muslim dgn kekerasan/cara-cara premanisme", dan itu terjadi pada Bulan Suci? Di mana letak ukhuwah Islamiyah? (Kita sering lancar berbicara ukhuwah wathoniyah bahkan ukhuwah basyariah, sementara kita tidak rela thd sesama Muslim). Saatnya umat Islam mengamalkan tasamuh dan budaya berfastabiqul khairat. 

7. Saya sebenarnya malu menanggapi hal seperti ini, sementara umat Islam sedang menghadapi masalah dan tantangan besar. Seandainya RSI Purwokerto diprakarsai dan dikelola oleh sahabat-sahabat NU, maka akan saya serukan kepada warga Muhammadiyah dan umat Islam utk membantu lebih banyak lagi dengan wawasan husnuzhon, bukan suuzhon. Salam, Din Syamsuddin.

PROVOKASI ANAK-ANAK MUHAMMADIYAH HINGGA CALEG GAGAL PKS SI TOFALEMON

Menanggapi polemik itu beberapa anak-anak muda Muhammadiyah mengeluarkan statemen provokasi dengan menyebut karyawan, umat Islam Banyumas, dan dukungan Banser agar RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO TETAP INDEPENDEN untuk semua kalangan tidak dimiliki oleh ORMAS TERTENTU SAJA sebagai upaya PERAMPOKAN aset milik MUHAMMADIYAH.








TANGGAPAN MASYARAKAT









Advertisement by Google
BERIKAN KOMENTAR ()
 
loading...