![]() |
| Omar Mateen. Photo by Weaponized News |
Mantan istri Omar yang bernama Sitora Yusufiy, menyebutkan bahwa selama menikah dengan Omar, dirinya sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Omar sering membentak dan memukulinya.
Sitora lebih lanjut menuturkan kepada ABC News (13/6/2016), hampir tidap hari Omar menghajar dirinya hanya karena masalah sepele. Misalnya, ketika Omar pulang kerja dan mendapati Sitora belum selesai mencuci baju, maka tak segan-segan Omar menghajar Sitora hingga babak belur.
Sitora juga menjelaskan bahwa Omar menunjukkan gejala-gejala gangguan jiwa. Selain mudah marah, Omar juga berkepribadian ganda.
Dalam hubungan suami istri pun, Omar dikenal mengalami penyimpangan seksual. Dia merupakan seorang sadomasochist. Dia baru akan mencapai kepuasan seksual setelah dia memukuli istrinya.
Akibat mengalami penderitaan fisik dalam rumah tangga yang penuh kekerasan ini, akhirnya orang tua Sitora membawa pergi Sitora dari rumah Omar. Kemudian pada tahun 2009, hanya empat bulan setelah menikah dengan Omar, Sitora mengajukan gugatan cerai. Pada tahun 2011, gugatannya dikabulkan oleh pengadilan Florida.
Apa yang disampaikan oleh mantan istri Omar semakin memperjelas fakta bahwa perilaku anggota ISIS memang jauh dari ajaran Islam. Bahkan orang tua Omar menyebutkan, serangan atas nama ISIS yang dilakukan oleh anaknya tersebut, bukan cerminan agama Islam.
Nampaknya benar apa yang ditulis oleh jurnalis Perancis, Ramzi, tentang ISIS.
Setelah terjun langsung menjadi anggota ISIS selama tujuh bulan antara pertengahan 2015- Januari 2016, dia menyimpulkan bahwa orang tidak akan menemukan agama Islam di dalam ISIS. ISIS hanyaah tempat berkumpul orang-orang sakit jiwa dan pencinta kekerasan. (bnkri-0613).
Advertisement by Google
