![]() |
| Poster undangan sosialisasi cagub MPJ. Poster by Barata News. |
Politik, BukaKata.com - Pilkada DKI Jakarta makin memanas dan penuh dinamika. Hal ini disebabkan turut sertanya Bachtiar Nasir dalam meramaikan Pilkada DKI 2017. Bachtiar Nasir sendiri dipercayai sebagai salah satu tokoh yang selama ini membela/mendukung IS/ISIS.
Berperan sebagai Juru Bicara Majelis Pelayan Jakarta (MPJ), Bachtiar Nasir mengadakan sosialisasi calon gubernur DKI yang dinilai cocok untuk memimpin Jakarta, pada hari Jumat (10/6/2016), di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
::-:: BACA JUGA ::-::
- Ratna Sarumpaet Dkk Ditampar Allah Karena Kebencian Mereka Pada Ahok
- Nipu Orang Sampai 14 Milyar, Wanita asal Bogor ini Malah Kena Tipu Dukun di Cilacap
- Lihat Ulah China, Acak-acak Wilayah Negara-negara ASEAN dan Dan Usir Kapal Perang Amerika, Kuasai Laut China Selatan
- Politisi Malaysia: Jokowi, Ahok dan KPK Membuat Malaysia 'Kalah'
- Politisi Gerindra Habiburokhman 'Stress' Dan Tidak Akan Terjun Dari Monas
::-::
Bachtiar Nasir beserta tokoh-tokoh MPJ lainnya mengajukan tujuh figur yang dipilih dalam penjaringan cagub. Ketujuh figur itu adalah itu adalah Yusril Ihza Mahendra, Adhyaksa Dault, Yusuf Mansur, Nurdin Abdullah, Sandiaga Uno, Sjafrie Sjamsoeddin dan Suyoto.
Ketujuh figur ini nantinya akan dikerucutkan menjadi satu nama. Di antara ke tujuh tokoh tersebut, hanya Yusril Ihza Mahendra yang kemungkinan besar akan lolos dalam penjaringan cagub versi MPJ.
"Nah, karena selama ini belum terekspos dan belum ada yang memediasi mereka dan parpol enggak melirik mereka, semua partai politiknunggu di tikungan. Nah, ini merugikan mereka. Kita merasa berkewajiban mengenalkan mereka sebagai bagian masyarakat," kata Bachtiar Nasir kepada Kompas.
Bachtiar Nasir menuturkan, MPJ tidak terafiliasi dengan partai mana pun. Para pengurus MPJ akan bertugas menyodorkan satu nama yang terpilih dan melobi partai untuk mengusung nama itu sebagai calon gubernur atau wakil gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Bachtiar Nasir pendukung IS/ISIS
"Nah, karena selama ini belum terekspos dan belum ada yang memediasi mereka dan parpol enggak melirik mereka, semua partai politiknunggu di tikungan. Nah, ini merugikan mereka. Kita merasa berkewajiban mengenalkan mereka sebagai bagian masyarakat," kata Bachtiar Nasir kepada Kompas.
Bachtiar Nasir menuturkan, MPJ tidak terafiliasi dengan partai mana pun. Para pengurus MPJ akan bertugas menyodorkan satu nama yang terpilih dan melobi partai untuk mengusung nama itu sebagai calon gubernur atau wakil gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Bachtiar Nasir pendukung IS/ISIS
Pada tanggal 15 Maret 2016, di dalam group WhatsApp (WA) bernama Daulah Akhir Zaman yang dikelola oleh para pendukung ISIS di Indonesia, beredar rekaman khutbah Jum'at Bachtiar Nasir. Pada tanggal 18 Mei 2016 video tersebut beredar lagi di group WA ISIS lainnya yaitu, Ukhuwah Islamiyah.
Dalam video yang berdurasi 9 menit 44 detik tersebut, Bachtiar Nasir menceritakan fase-fase pembentukan ISIS yang sekarang telah menjadi Islamic State/IS. Video tersebut sebenarnya versi pendek dari versi lengkapnya dari video Youtube ini.
Secara Bahtiar implisit Bachtiar Nasir mengatakan bahwa IS/ISIS merupakan khilafah Islamiyah yang telah dinubuatkan oleh Nabi Muhammad SAW dan diramalkan oleh para analis politik Amerika dan Rusia. Oleh karena itu, umat Islam tidak boleh memusuhi IS/ISIS. Menurutnya, oleh karena IS/ISIS merupakan khilafah yang sesuai dengan nubuatan Nabi Muhammad dan memenuhi ramalan Amerika serta Rusia, maka Amerika dan Rusia selama ini gencar merusak citra IS/ISIS di Indonesia.
Pernyataan Bachtiar Nasir tersebut langsung mendapat tanggapan positif dari para pendukung IS/ISIS di Indonesia.
"Ana baru aja nonton ulang lagi...insya Allah jelas beliau membela daulah (ISIS)," kata salah satu admin group WA Daulah Aakhir Zaman.
"Ana sudah denger berkali-kali video ceramah Ustadz BN (Bachtiar Nasir), memang beliau bener-bener membela daulah (ISIS)," ujar Nuri, salah seorang anggota group WA tersebut menimpali komentar admin groupnya.
Dampak dukungan tokoh IS/ISIS bagi masa depan DKI Jakarta
Sepak terjang IS/ISIS di Iraq dan Syam selama ini penuh dengan aksi kekerasan dan tidak menghargai umat dari suku dan agama lain.
Menurut laporan Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC), korupsi juga merajalela di kalangan pimpinan IS/ISIS. Salah satu pemimpin IS/ISIS asal Indonesia, Bahrumsyah dikenal suka mengkorupsi jatah makan para milisi IS/ISIS asal Indonesia. Oleh karena korupsi ini, pemimpin lainnya, Abu Jandal, mengerahkan milisi IS/ISIS asal Indonesia untuk melakukan demo melawan Bahrumsyah. Anehnya, karena melakukan demo anti korupsi, justru Abu Jandal dan kawan-kawanlah yang dijebloskan ke penjara oleh pimpinan ISIS pusat.
Apabila calon gubernur yang diusung pendukung IS/ISIS menang dalam pilkada DKI 2017, apakah sepak terjangnya juga akan mirip dengan pimpinan IS/ISIS? Apakah tingkat toleransi beragama dan suku di DKI Jakarta akan menurun drastis seperti di wilayah yang dikuasai IS/ISIS? Apakah tingkat korupsi di DKI Jakarta akan meningkat seperti di Suriah?
Kita harap sih jawabannya tidak. Akan tetapi, melihat pola perilaku IS/ISIS di atas, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini cenderung mendekati 'ya'. (IH-069).
Advertisement by Google
