BukaKata.com, Pada tanggal 9 Juli 2016, seorang napi teroris bernama Nua'im Ba'asyir, mengamuk di Lapas Klas II A Pamekasan, Jawa Timur karena protes tidak disediakan bilik asmara saat dikunjungi istrinya. Berikut ini adalah kronologi peristiwanya.
Pada hari Sabtu pagi (9/7/2016), bersama dengan Viki Wijaya (warga Sumenep), istri Nua'im Baasyir, yang bernama Nunik Hariyani, datang ke LAPAS Kelas II A Pamekasan membesuk Nua'im.
Sekitar pukul 09:00 WIB, sebelum istri Nua'im memasuki ruangan besuk, Nua'im meminta Kepala LAPAS untuk menyediakan sebuah ruangan khusus (bilik asmara) untuk dirinya agar dia dapat melakukan hubungan intim dengan Nunik Hariyani.
Kepala LAPAS tidak tidak dapat memenuhi permintaan Nua'im karena memang LAPAS tidak memiliki aturan untuk menyediakan bilik asmara.
Nua'im lalu mendesak Kepala LAPAS agar mengijinkan dia untuk menggunakan ruangan kesehatan sebagai bilik asmara. Sekali lagi, Kepala LAPAS menolak permintaan Nua'im tersebut.
Nua'im kemudian marah-marah, mengamuk serta melontarkan ancaman akan menggerakan simpatisan ISIS di luar LAPAS untuk menyerang LAPAS.
Pada sekitar pukul 09:10 WIB, Nua'im dilempari batu oleh napi kriminal umum. Rupanya napi tersebut kesal kepada Nua'im karena Nua'im membuat keributan terkait bilik asmara ini. Di samping itu, napi-napi lain juga sebal dengan perilaku Nua'im, yang selama ini memang dikenal senang membuat ulah di LAPAS Pamekasan.
Pada pukul 09:15 WIB, Kepala Keamanan LAPAS membujuk Nua'im agar yang bersangkutan tidak emosional. Nua'im sedikit menurut dan situasi pun mulai kondusif.
Pada pukul 09:40 WIB tim pengamanan dari Polres Pamekasan dengan kekuatan personil sebanyak 2 SST bersenjata lengkap tiba di LAPAS. Mereka mengendarai 5 unit mobil dan dikerahkan ke LAPAS untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kerusuhan lanjutan.
Pada pukul 09:55 istri Nua'im masuk ke dalam LAPAS dan menemui Nua'im di ruang koridor LAPAS.
Pada pukul 10:30 WIB, pihak LAPAS Pamekasan melakukan rapat tertutup dengan pihak-pihak terkait mengenai situasi keamanan di LAPAS. Secara khusus, mereka membahas langkah-langkah yang akan diambil terkait Nua'im.
Dengan berbagai pertimbangan, khususnya tentang perilaku Nua'im yang buruk selama menghuni Blok F, maka pada pukul 19:20 WIB Nua'im akhirnya dipindahkan dari LAPAS Pamekasan ke LAPAS Tuban. (bnkri-1107).
Advertisement by Google
