-->

Tekad Ahmad Dhani Terus Coba Jegal Ahok Minta Golkar Tarik Dukungan, Ahok Pasrah!

Ahok Pasrah. Photo Merdeka.com
BukaKata.com - Ahmad Dhani sangat berharap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak dapat mencalonkan diri kembali pada Pilkada DKI 2017. Dhani berharap, Partai Golkar yang kini mengusung Ahok bisa menarik dukungannya dan mencalonkan pasangan lain.

"Saya berharap Golkar menarik dukungannya. Pak Setnov (Ketua Umum Golkar Setya Novanto) masih punya kesempatan jadi pahlawan di DKI Jakarta," kata Dhani di rumahnya di Jalan Pinang Emas VII, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2016).

Jika dukungan Golkar ditarik, pencalonan Ahok bakal terjegal karena akan kekurangan jumlah batas minimal kursi dukungan di DPRD DKI.

Dhani mengatakan, sampai titik darah penghabisan ia akan berusaha menggagalkan Ahok menjadi gubernur lagi. Salah satunya, dengan membentuk Amjas atau Aliansi Masyarakat Jakarta Selatan.
"Kami tidak menerima gubernur zalim," ujarnya.

Kendati demikian, Dhani menyatakan bahwa Amjas tak ada hubungannya dengan partai politik manapun. Ia mengatakan Amjas hanyalah wadah untuk menggalang kekuatan masyarakat di Jakarta Selatan yang menolak Ahok.

"Ini nggak ada hubungannya dengan partai, hanya menolak Ahok. Mudah-mudahan tujuh partai yang berkoalisi mendemgar aspirasi rakyat," ujarnya.

Adapun kelompok lain bentukan Dhani yang berfokus pada dukungan bagi lawan Ahok, yaitu Orang Kita, akan tetap dijalankan. Beberapa hari lalu Dhani mendeklarasikan Orang Kita akan mendukung Rizal Ramli dan Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI.

Ahok Pasrah

Menanggapi isu Golkar tarik dukungan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama awalnya tidak ingin memberikan komentar terkait belum bulatnya suara Partai Golkar mendukungnya. Sebab menurutnya, proses pendaftaran calon Gubernur DKI Jakarta masih jauh.

Namun, Basuki atau akrab disapa Ahok akhirnya mengatakan, tidak ingin ambil pusing dengan adanya kader partai berlambang pohon beringin yang menolaknya.

"Pusing amat. Yang penting kan sekarang kan dia sudah putuskan, kita pendaftaran 19 sampai 21 September. Ya tunggu saja. Santai aja. Masih lama kok. 17 Agustus saja belum. Jadi masih sebulan lebih," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/8).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menegaskan, mimpi kembali menjadi pemimpin Pemprov DKI Jakarta bisa kandas jika ternyata Partai Golkar menarik dukungannya. Hal itu lantaran syarat dukungan dari NasDem dan Hanura tidak akan memenuhi syarat dari Komisi Pemilihan Umum (KPU)

"Iya, enggak ikut (Pilgub 2017) dong. Bagaimana mau ikut?" tegasnya.

Sebelumnya, Ketua tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, Nusron Wahid, mengakui bahwa Partai Golkar tidak bulat mendukung Ahok, sapaan Basuki.


Dia mengatakan, ada sebagian kader yang keberatan partai berlambang beringin itu mendukung Ahok pada Pilkada 2017. (Kompas/Merdeka/BN-001)


Advertisement by Google
BERIKAN KOMENTAR ()
 
loading...