BukaKata.com, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina yang juga bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno membeberkan kisah gagalnya Koalisi Kertanegara dan Cikeas bersatu. Koalisi Kertanegara merujuk pada kediaman Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Adapun Koalisi Cikeas mengacu pada tempat kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor,
Jawa Barat. Sandi mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin mengajar Partai Demokrat, PKB, PPP dan PAN yang berada di gerbong Koalisi Cikeas untuk bergabung.
Dia berharap dengan bersatunya Koalisi Kertanegara dan Cikeas bersatu, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI hanya diikuti oleh dua pasangan calon. Empat hari menjelang ditutupnya pendaftaran Cagub dan Cawagub DKI, kepada Koalisi Cikeas Sandiaga menyodorkan hasil survei yang menyebutkan bahwa 60 persen warga Jakarta menginginkan pemimpin baru.
Masih menurut hasil survei tersebut sebanyak 82 persen warga Jakarta menginginkan Pilgub DKI hanya diikuti dua pasang calon. Empat partai pemilik suara di DPRD DKI yakni PDIP, NasDem, Golkar dan Hanura sudah bersatu mencalonkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
Itu artinya Koalisi Kertanegara yang terdiri dari Partai Gerindra dan PKS harus bersatu dengan Koalisi Cikeas untuk melawan Ahok-Djarot. Koalisi Cikeas mengajukan sejumlah opsi kepada Koalisi Kertanegara.
Salah satunya untuk posisi calon gubernur harus dari Partai Demokrat. "Kami ditawarkan nomor 2 (Cawagub), kami oke asal
bisa duduk bersama demi Jakarta," kata Sandiaga saat berbincang dengan detikcom, Selasa (27/9/2016).
Sandiaga tak masalah diturunkan dari posisi calon gubernur menjadi calon wakil gubernur. "Saya tak masalah di nomor 2, bahkan tak dicalonkan pun saya tak masalah asal kita (Kertanegara dan Cikeas) bisa bersatu," tambah Sandi.
Sejak itu, Koalisi Kertanegara terus menunggu keputusan dari Cikeas. Sayang penantian Koalisi Kertanegara tak berakhir indah sesuai harapan. Pada Jumat (23/9/2016) dini hari Koalisi Cikeas memutuskan mengusung duet Agus Harimurti dan Sylviana Murni sebagai Cagub dan Cawagub DKI.
Koalisi Kertanegara yang dimotori Prabowo Subianto pun gagal bersatu dengan Koalisi Cikeas di bawah komando Susilo Bambang
Yudhoyono. (Sumber: detik.com).
Advertisement by Google
