-->

Begini Novel Bamukmin 'Meracuni' Masyarakat Jakarta untuk Terus Melakukan Tindakan Keji Seperti Ini

Novel Bamukmin. Image: Channleindo
BUKAKATA - Sekretaris Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengatakan, pengusiran terhadap calon wakil gubernur DKI Jakarta petahana, Djarot Saiful Hidayat oleh sejumlah jamaah dari acara shalawat untuk negeri di Masjid Attin, Jakarta Timur, Sabtu (11/3) lalu, dinilai pantas dan wajib dilakukan.

"Kalau saya pribadi, ini saya pribadi melihat jamaah yang menolak Djarot sangat wajar. Djarot pantas diusir, bukan saja pantas tapi wajib yang namanya Djarot diusir," kata Habib Novel, Senin (13/3) dilansir rmoljakarta.

Menurut Novel, Djarot termasuk orang yang munafik lantaran telah mendukung terdakwa kasus dugaan penistaan agama yang juga pasangannya di Pilgub DKI 2017.

"Karena orang yang mendukung penista agama itu adalah orang munafik. Orang munafik itu ya kan sudah tidak bersaudara lagi dengan orang-orang atau saudara-saudara umat Islam yang ada di Jakarta, apalagi yang ada di Attin," ujar Habib Novel.

Habib Novel menyebutkan, hal itu sesuai dengan apa yang ada kitab suci Al Quran, dimana mengharamkan umat Islam memilih pemimpin non muslim.

"Karena jelas dalam Al Quran itu ada 23 ayat yang haram memilih pemimpin kafir. Jadi ini ayat yang berbicara bukan saya. Saya menyampaikan atas nama pribadi di dalam Al Quran itu ada 23 ayat yang mengharamkan untuk umat Islam ini memilih gubernur kafir," tegas Habib Novel.

Diketahui, Djarot sempat tidak bisa masuk ke acara shalawat untuk negeri di Masjid Attin, Djarot sudah disoraki sejak dia turun dari mobilnya di halaman Masjid Attin itu.

Namun Djarot memilih tetap berjalan didampingi ajudannya untuk masuk ke dalam area masjid. Saat tiba di depan pintu masuk, Djarot dihalau agar tidak bisa melewati pintu itu.

"Tutup, tutup. Enggak ada, jangan kasih masuk. Apaan," ujar mereka kepada Djarot.

Meski demikian, Djarot akhirnya bisa masuk Masjid Attin dan bertemu dengan Titiek Soeharto. Namun sebelum acara rampung, Djarot memilih pulang lebih dulu. (sumber:rmoljakarta.com)
Advertisement by Google
BERIKAN KOMENTAR ()
 
loading...