-->

'Tendangan' Telak untuk JONRU Gagal Paham dan Sebar HOAX Ahok Tidak Masuk 10 Kepala Terbaik Indonesia versi Tempo.... yai yalah....

'Tendangan' Telak untuk JONRU Gagal Paham dan Sebar HOAX Ahok Tidak Masuk 10 Kepala Terbaik Indonesia versi Tempo.... yai yalah....
'Tendangan' Telak untuk JONRU Gagal Paham dan Sebar HOAX Ahok Tidak Masuk 10 Kepala Terbaik Indonesia versi Tempo.... yai yalah.... 
BUKAKATA - Bicara soal Jonru memang tidak akan ada habisnya, sama seperti kebodohannya yang tidak habis-habis juga. Tulisan ini sebenarnya bukan ditujukan untuk Jonru Ginting (karena percuma saja berdebat dan berusaha menyadarkan Jonru, itu adalah usaha menjaring angin), tapi tulisan ini mencoba untuk mencerdaskan pengikut-pengikut Jonru, menyadarkan dan mengembalikan ke jalan yang benar, jangan ikut-ikutan (maap) goblok deh.

Postingan Jonru kemarin di fanpage Facebook-nya mengenai penghargaan yang diberikan oleh Tempo Media Group untuk 10 (wali kota dan bupati) teladan tahun 2017 disertai kata-kata sindiran “Hm.. Kenapa Ahok tidak dapat penghargaan? Pasti ada yang salah nih”. Begitu tulis akunnya dan yang dahsyatnya lagi di respon like sekitar 21.000 orang, orang-orang yang ikut bodoh hanya karena tidak suka dengan sosok Ahok. Disitu penulis bertanya-tanya, memang sebodoh inikah pengikut Jonru? Ataupun yang merespon like pada saat itu? (kalau Jonrunya tidak usah ditanya lagi ya…hehe.)

Penghargaan pemimpin teladan versi Tempo Media Group ditujukan untuk pemimpin daerah kota dan kabupaten yang kalau kita belajar dulu ketika SD, dipimpin oleh seorang walikota dan bupati. Pastinya pengikut Jonru dan yang like itu lulus SD semua kan? Tahu bedanya walikota dan bupati? Serta Gubernur? Penulis jelaskan ya, Bupati itu kepala daerah dari suatu kabupaten, sedangkan Walikota adalah kepala daerah dari suatu kota, sementara Gubernur adalah Kepala Daerah pada Pemerntah Propinsi. Kenapa heboh jika tidak ada nama Ahok? Karena ini adalah tradisi Tempo Media Group yang hanya memberikan penghargaan kepada pemerintah kabupaten dan kota.

Pemimpin proyek penghargaan Tempo, Anton Septian, menjelaskan penghargaan ini khusus diberikan kepada bupati dan wali kota, bukan gubernur. Alasannya, bupati dan wali kota memiliki otoritas untuk membuat kebijakan yang langsung berdampak kepada warga dan daerahnya. “Para kepala daerah membuat kebijakan yang inovatif, yang kemudian menjadi bahan penilaian Tempo,” kata Anton, Ahad, 5 Maret 2017. (sumber : Tempo.co)

Lagipula, penghargaan oleh media-media tersebut bukan hal yang baru, tradisi ini juga pernah dilakukan oleh media-media lain seperti Jawa Post tahun 2015 dan 2016.

Berikut 10 bupati dan walikota terbaik 2015 versi Jawa Pos Group:

– Ridwan Kamil (Bandung)
– Tri Rismaharini (Surabaya)
– Dr Asrun (Sulawesi Tenggara)
– Illiza Sa’aduddin Djamal (Banda Aceh)
– Abdullah Azwar Anas (Banyuwangi)
– Hasto Wardoyo (Kulon Progo)
– Mathius Awoitauw (Jayapura)
– Herman H.N (Bandar Lampung)
– Rizal Effendi (Balikpapan)
– Bambang Yasin (Dompu).

Berikut 10 bupati dan walikota terbaik 2016 versi Jawa Pos Group:

Wali Kota Surabaya, Jawa Timur : Tri Rismaharini
Wali Kota Bandar Lampung, Lampung : Herman H. N.
Wali Kota Balikpapan, Kalimantan Timur : Rizal Effendi
Wali Kota Bandung, Jawa Barat : Ridwan Kamil
Wali Kota Banda Aceh, Aceh :  Illiza Sa’aduddin
Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara :  Asrun
Bupati Banyuwangi, Jawa Timur :  Abdullah Azwar Anas
Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat :  Bambang Yasin
Bupati Kulonprogo, Jogjakarta : Hasto Wardoyo
Bupati Jayapura, Papua :  Mathius Awoitauw

Jadi jangan heran jika nama Ahok tidak ada didalam penghargaan tersebut. Layaknya penghargaan FIFA Ballon d’Or yang juga dinilai oleh para jurnalistik, maka seperti itulah juga kira-kira penghargaan yang diberikan oleh teman-teman media, mereka yang kesehariannya mencari informasi, mengumpulkan informasi dan mendapatkan informasi tentu paling tahu bagaimana kinerja masing-masing pemimpin daerah (jika berita tersebut benar adanya – bukan dari media abal-abal dan tidak memihak), jadi wajar mereka juga membuat penilaian secara internal.

Untuk itu selamat kepada Walikota dan Bupati pilihan Tempo Media Group yang memenangkan penghargaan ini, berikut adalah daftar dan kutipannya dari tempo.co

Tahun ini redaksi menabalkan sepuluh nama kepala daerah terbaik yang patut dijadikan teladan. Mereka adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Bojonegoro Suyoto, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, Wali Kota Makassar Ramdhan “Danny” Pomanto, Bupati Tapin Arifin Arpan, dan Bupati Malinau Yansen Tipa Padan.

Dan untuk Jonru beserta pengikutnya (1,3jt likers dan followers fanpage Facebook-nya) jangan berkecil hati, karena kebodohan anda pasti akan terus berlanjut. Untuk para likers yang suka langsung like dan share berita yang sensitif terhadap Ahok (karena benci dengan Ahok) ya mbok di cek dulu kebenarannya, kalau salah gini kan jadi malu sendiri kan….hehe..

Oleh: VOERBACH
Sumber: Seword.com
Advertisement by Google
BERIKAN KOMENTAR ()
 
loading...