-->

Lawan Politik Bisa Kalahkan Ahok dengan mudah Di Pilkada DKI 2017, Asal Punya Tiga Modal Ini

Peneliti JPPR: Ahok Bisa Dikalahkan Dengan Tiga Syarat


Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
POLITIK, BUKAKATA.COM - Pemilihan Gubernur DKI Jakarta masih setahun lagi, namun suasana bursa pencalonannya begitu memanas.

Dari sekian nama calon yang muncul Gubernur incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih di atas angin, dengan elektabilitas paling tinggi.

Dirilis Populi Center elektabilitas Ahok masih jauh di atas nama-nama calon lain yang muncul. Katakanlah Yusril Ihza Mahendra yang hanya 5 persen, Sandiago Uno dan Adhyaksa Dault masing-masing 1,5%. Sementara elektabilitas Ahok sebesar 50,8 persen di bulan April, dengan trend naik dari 49,5 persen di bulan Februari 2016.

Tingginya elektabilitas Ahok ini menimbulkan pertanyaan, adakah calon lain yang dapat mengalahkan mantan bupati Belitung ini?

Menurut Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, Ahok bisa saja dikalahkan. Sangat mungkin ada calon yang lebih baik dari Ahok.

Namun, untuk mengalahkan Ahok menurut Masykurudin, ada tiga syarat yang harus dimiliki kandidat calon Gubernur DKI yang ingin melawan Ahok.

Pertama, Semua partai politik yang mempunyai kursi di DPRD Jakarta sepakat mengusung satu pasangan calon. Syarat ini akhirnya terjadi situasi hanya ada dua pasangan calon dalam Pilkada Jakarta (head to head).


Kedua lanjut Masykurudin,pasangan calon mempunyai pengalaman sebagai kepala daerah yang berhasil menyelesaikan persoalan dengan memperbaiki sistem birokrasi di daerah tersebut. Pengalaman tersebut sebagai tandingan dari apa yang dilakukan Ahok selama ini

Dan yang ketiga, Pasangan calon mempunyai kesantunan dalam berkomunikasi dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

"Syaratnya tiga itu, dan harus komulatif, Ahok akan kalah." tegas Masykurudin, Rabu (27/04/2016)

Adakah kandidat calon Gubernur DKI dengan kriteria di atas? (SB)
Advertisement by Google
BERIKAN KOMENTAR ()
 
loading...