-->

Makin Hari Makin Licik, PDI-P Justru Mulai Ditinggalkan Kader-kadernya

Junimart Girsang, politisi PDI-P dan aktor perancang pengakuan hoax barisan sakit hati eks Teman Ahok. 

BukaKata, Jakarta. Kelicikan para politisi jahat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dalam menghadapi Pilkada DKI 2017 sudah terbongkar. Dua orang Anggota DPR RI Fraksi PDI-P Junimart Girsang dan Adian Napitupulu telah ketahuan berusaha menjatuhkan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Mereka merekayasa pengakuan hoax barisan sakit hati Teman Ahok dengan tujuan untuk menjegal pencalonan Ahok sebagai calon gubernur DKI pada Pilkada 2017 nanti.


Para politisi PDI-P rupanya tidak lantas berhenti menggunakan cara-cara licik untuk menjegal Ahok. Makin hari, mereka justru makin menjadi-jadi.

Kali ini giliran Ketua DPP PDI-P Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi Djarot Syaiful Hidayat yang menikam Ahok dari belakang.

Dalam pidatonya di depan para kader di DPC PDI-P Jakarta Pusat, Djarot menyerang Ahok dengan cara menyindir Teman Ahok dan aktivitas pengumpulan KTP yang dilakukan Teman Ahok.

"Anda tidak dipaksa kumpulkan KTP kan? Anda nih masuk PDI-P sukarela enggak? Dibayar enggak? Ndak kan," ujar Djarot usai acara buka puasa bersama kader di Kantor DPC PDI-P Jakarta Pusat, Kemayoran, Jumat (24/6/2016).

Pertanyaan ini diajukan untuk membuat citra negatif Teman Ahok.

Sepak terjang PDI-P yang penuh kelicikan ternyata justru menjadi boomerang bagi PDI-P sendiri. Dari pengamatan wartawan terhadap aktivitas kader PDI-P di media sosial, kini banyak terlihat kader PDI-P yang berniat hengkang dari partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut.

"PDIP ???? Ah.....itu masa lalu sy dan kel," komentar kompasioner Meiliawati Hidayat pada Sabtu (25/6/2016).

Kader yang lainnya, Freddy, setuju dengan sikap Meiliawati ini dengan mengatakan: "Setuju!!! Geng moncong putih penipu dan pemerdaya, banyak ngomong, banyak bohong!!!!"

"PARTAI BUSUK....inget kelakuan PARTAI SAPI SAAT INI DAN BALAS WAKTU PEMILU NANTI....mudah-mudahan ambles.....UNTUK KALANGAN SENDIRI, JANGAN PILIH SAPI INI, INGAT BUSUKNYA HARI INI...." timpal kader lainnya lagi yang bernama Jay.

Jumlah kader serta simpatisan PDI-P yang meninggalkan PDI-P makin bertambah tiap hari. Dengan kondisi ini, jika PDI-P tidak mengubah sikap liciknya, dapat dipastikan bahwa pada Pilkada DKI 2017 dan Pemilu 2019 nanti PDI-P akan mengalami kekalahan telak/hancur. (kompas/bnkri-0625).








Advertisement by Google
BERIKAN KOMENTAR ()
 
loading...