![]() |
| Deklarasi Rakyat Selamatkan Malaysia. Photo by Delfaji Amardika. |
BukaKata, Jakarta. Seorang politisi Malaysia menyatakan bahwa Malaysia kini telah dikalahkan oleh Indonesia. Posisi Malaysia sebagai negara yang dahulu gencar memberantas korupsi telah direbut oleh Indonesia. Sebaliknya, posisi Indonesia sebagai salah satu negara terkorup di dunia, sekarang justru diambil alih oleh Malaysia.
Demikian disampaikan politisi yang tidak disebutkan namanya tersebut dalam suatu acara Deklarasi Rakyat Selamatkan Malaysia di Stadium Malawati, Shah Alam pada hari Sabtu, (14/5/2016).
Politisi ini kemudian menyatakan kekagumannya akan pemberantasan korupsi di Indonesia. Di hadapan para peserta deklarasi, dia menyatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunyai peranan yang besar dalam membantu Jokowi menciptakan pemerintahan yang bersih.
Pada awal memerintah, Jokowi meminta bantuan KPK dalam memilih para menterinya. Hanya calon menteri yang lolos dari pemeriksaan KPK-lah yang diangkat menjadi menteri oeh Jokowi.
Hal ini sangat berbeda dengan sistem seleksi menteri di Malaysia. Di sana, menteri dipilih bukan karena kebersihannya dari korupsi, akan tetapi karena kedekatannya dengan Perdana Menteri Najib.
Politisi tadi juga menambahkan bahwa semua pejabat Indonesia menghargai KPK sekalipun pejabat tersebut merupakan orang dekat Jokowi. Menurutnya, hal ini telah ditunjukkan oleh Gubernur DKI Ahok. Meskipun Ahok merupakan orang dekat Jokowi, Ahok tetap memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangannya terkait fitnah korupsi Sumber Waras.
Apa yang Ahok lakukan tersebut, tidak mungkin akan dilakukan oleh para pejabat Malaysia yang punya kedekatan dengan PM Najib.
Mengapa? Karena di Malaysia, lembaga pemberantasan korupsi berada di bawah kekuasaan PM Najib. Dengan demikian, di Malaysia PM Najib dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh lembaga pemberantasan korupsi untuk mendukung kepentingan politiknya. Sedangkan di Indonesia, KPK tidak berada di bawah kekuasaan Presiden Jokowi, sehingga Jokowi pun tidak dapat mengeksploitasi KPK untuk memenuhi ambisi politiknya.
"KPK berada di bawah Tuhan," kata politisi Malaysia. Oleh karena itu, semua pejabat Indonesia tunduk kepada KPK.
Ternyata Jokowi, KPK dan Ahok telah membuat Indonesia mampu mengalahkan Malaysia dalam soal pemberantasan korupsi.
Pernyataan lengkap politisi Malaysia tadi dapat dilihat di video Youtube ini. (BNKRI-069).
Advertisement by Google
