![]() |
| Setelah ditangkap polisi, kini giliran Ratna Sarumpaet ditampar Allah. Photo by infosepsial.net |
BukaKata, Jakarta. Pada bulan suci Ramadhan 2016 ini Allah menampar haters (para pembenci) Ahok, seperti Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani dan Yusril Ihza Mahendra dengan cara yang unik.
(Baca: Politisi Gerindra Habiburokhman 'Stress' Dan Tidak Akan Terjun Dari Monas)
Dengan penuh kebencian, selama ini mereka menentang proyek reklamasi Ahok dan kegiatan penertiban pasar ikan di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Senada dengan mereka, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, juga mengajukan keberatan atas proyek reklamasi dengan alasan bahwa proyek tersebut menjadi sumber banjir di Jakarta Utara.
Akan tetapi, Allah justru menunjukkan bahwa penyebab banjir bukanlah proyek reklamasi melainkan pengaruh dari perubahan iklim.
Demikian yang disampaikan oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika ditanya awak media mengenai banjir rob di Jakarta Utara di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (9/6/2016).
Ahok menambahkan bahwa banjir rob bukan hanya terjadi di Jakarta saja, tapi juga di pesisir-pesisir lain di Indonesia, dan ini makin membuktikan pemanasan global sebagai penyebab banjir rob.
"Bali naik di Kuta kan. Semarang naik. Seluruh Indonesia ini sekarang muka air lautnya naik. Bukan karena 'reklamasi Ahok' ya, sudah stop reklamasi kan (moratorium)," kata Ahok kepada detik.com.
Fakta ini menjadi tamparan telak bagi para pembenci Ahok.
Ahok merasa dibantu oleh Allah untuk mencerahkan masyarakat awam seperti Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani, bahwa fenomena pemanasan global memang membuat permuakaan air laut naik. Kondisi inilah yang membuat pembangunan tanggul di Jakarta Utara mutlak perlu, supaya air laut tak menghempas lahan penduduk.
"Jadi Tuhan nolong. Jawab-Nya baik...bulan puasa ini baik. Tuhan jawab. Kalau saya jawab, enggak ada yang dengar saya. Yang pasti laut naik bukan karena keklamasi. Surut bukan karena dikeruk airnya. Ini gaya tarik bulan. Saya ulang-ulang ini. Ya dong, pencairan es kutub, karena pemanasan global," tutur Ahok.
Berdasarkan hitungan ilmiah salah seorang pihak dari Belanda, sungai-sungai tak akan bisa bermuara ke laut pada 30 tahun yang akan datang. Soalnya, dataran Jakarta makin turun. Maka mulai dari sekarang perlu dibuat tanggul, mulai dari NCICD A, B, hingga C sampai 30 tahun ke depan.
"Mesti dibuat tanggul. Itu yang dinamain Giant Sea Wall, itu cerita 30 tahun yang akan datang," kata Ahok. (detik/BNKRI-069).
Advertisement by Google
