-->

Begini Nasib Akhir Dari Seorang Wakapolsek Yang Mabuk dan Mengancam Warga Di Jakarta Timur

Wakapolsek Kemayoran AKP Jamal Alkatiri tengah diamankan anggota PM (foto: detik.com).
BukaKata.com, Jakarta - Wakapolsek Kemayoran AKP Jamal Alkatiri diamankan anggota Propam Polres Jakarta Timur lantaran kedapatan mabuk dan mengacungkan senjata apinya ke warga. Diduga, ia melakukan hal tersebut saat sedang terpengaruh alkohol.

"Ya betul, kasusnya dilimpahkan ke Polres Jakarta Pusat untuk dilakukan pemeriksaan oleh Propam," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (8/8/2016).

Awi menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB di kawasan Otista, Jakarta Timur. Saat itu, Polres Jakarta Timur mendapat laporan dari warga terkait adanya orang yang sedang mabuk minuman dengan mengaku sebagai anggota Polri berpakaian preman sedang mengacung-acungkan senjata api kepada warga.

Kemudian, anggota Paminal Polres Jakarta Timur mendatangi TKP untuk mencari tahu mengenai kebenaran laporan tersebut.

"Setelah di kantor polisi memang benar bahwa orang tersebut bernama Jamal Alkatiri, jabatan Wakapolsek Kemayoran, Jakarta Pusat," ucapnya.

Warga Ketakutan

Aksi Jamal yang diduga dalam kondisi mabuk itu sempat membuat takut para pekerja di bengkel sekitar.

Salah satu warga sekitar bengkel, Prasetyo (15) mengatakan, saat oknum polisi tersebut mengacungkan senjata apinya, para montir yang bekerja di sekitar lari menyelamatkan diri.

"Montir pada kabur," kata Prasetyo, saat ditemui di sekitar lokasi, Senin (8/8/2016) malam.

Pras kebetulan saat kejadian juga bekerja sebagai juru parkir di bengkel dekat tempat kejadian. Untungnya aksi sang oknum polisi itu dilakukan saat bengkel di sekitar masih sepi pengunjung.

"Tapi jalanan ramai, toko masih pada sepi," ujar Prasetyo.

Dirinya mengatakan, Jamal datang ke lokasi dengan mengendari mobil. Yang ia tahu, Jamal tak datang sendiri.

"Dia naik mobil, berdua sama bapak tua pakai kacamata, (ciri-ciri) ubanan kurus temannya," ujar Prasetyo.

Prasetyo yang merupakan salah seorang tukang parkir yang berada di lokasi kejadian menceritakan awal mula kejadian itu. Dia mengatakan kejadian itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB siang. Saat itu Jamal tengah duduk di depan salah satu toko aksesoris sepeda motor dalam kondisi mabuk dan dibangunkan oleh Heri, seorang montir motor.

Entah apa yang dibicarakan, secara tiba-tiba Jamal langsung marah dan menodongkan pistol kepada Heri.

"Polisinya langsung ngarahin pistol ke Bang Heri dan dia sambil bilang saya ini polisi. Tapi keadaan toko emang sudah buka dari pagi," ujar Prasetyo kepada detikcom di lokasi kejadian, Jl Otista Raya, Cawang Jakarta Timur, Senin (8/8/2016).

Lanjut Prasetyo, kejadian itu membuat warga dan beberapa pemilik toko langsung berhamburan. Warga panik ketakutan jika terjadi peluru nyasar, pasalnya Jamal saat itu dalam kondisi mabuk. 

"Kondisi jalanan tadi lagi ramai, semua orang pada kabur, ada yang masuk ke dalam toko juga," imbuhnya.

Suasana kondusif setelah beberapa anggota polisi dari Polres Jakarta Timur datang ke lokasi dan langsung mengamankan Jamal yang mengenakan jaket Turn Back Crime berwarna biru. Prasetyo juga menyebut, jika Jamal datang bersama seorang pria menggunakan sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam.

"Kira-kira 30 menit polisi datang setelah kejadian, dia langsung dibawa sama polisi," kata Jamal.

"Tadi saya lihat dia naik mobil berdua sama pria pakai kacamata hitam, rambut ubanan, rada kurus tapi saya enggak tahu itu polisi apa bukan," imbuhnya. 

Senjata Api Wakapolsek Pun Disita

Atas perbuatannya di atas, senjata api organik revolver milik  AKP Jamal Alkatiri akan ditarik kembali.

"Ya sudah pasti ditariklah, tidak layak yang bersangkutan memegang senjata api kondisinya begitu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada detikcom, Senin (8/8/2016).

Tidak hanya itu, perwira pertama itu juga kemungkinan besar tidak akn diberikan lagi kewenangan untuk memiliki senjata api di kemudian hari.

"Pegang senjata api itu ada tes psikologinya. Kalau sudah begitu ya kemungkinan tidak akan diberikan lagi," lanjutnya.

Atas tindakan tidak terpujinya di Jalan Otista, Jamal dipstikan dicopot dari jabatan dan diberikan hukuman karena melanggar kedisiplinan sebagai anggota Polri.

Sementara itu, terkait penyebab Jamal mabuk hingga berpolah demikian, belum diketahui pasti.

"Belum tahu, masih didalami. Karena kondisinya juga masih mabuk," ujar Awi.

Saat ini Jamal masih diperiksa Propam Polres Jakarta Pusat atas perbuatannya itu. Tetapi Jamal kemungkinan besar bakal dicopot dari jabatannya sebagai orang nomor 2 di Polsek Kemayoran selepas kejadian tersebut. (kompas.com/detik.com.BN-090816).


Advertisement by Google
BERIKAN KOMENTAR ()
 
loading...