-->

Kelakuan Kelompok Ekstrimis, Pilot Cantik Ini Sampai Minta Suaka Ke Amerika Karena Diancam Begini

Niloofar Rahmani Minta Suaka Ke Amerika Karena Diancam Kelompok Ekstrim
Niloofar Rahmani Minta Suaka Ke Amerika Karena Diancam Kelompok Ekstrim
BUKAKATA - Tiga tahun lalu Niloofar Rahmani menjadi perempuan pertama di jajaran pilot Angkatan Udara Afganistan. Namun prestasinya sebagai simbol kemampuan dan keberanian kaum perempuan di seluruh dunia kini membuat dia terancam tinggal di tanah airnya sendiri.

Dapatkan diskon Rp 300,000 untuk tiket libur Natal & Tahun baru-muKini dia sedang meminta suaka ke Amerika Serikat.

Dia mengatakan sudah tidak aman lagi tinggal di Afganistan. Pengacaranya, Kimberly Motley, mengatakan kliennya mendapat sejumlah ancaman dari kaum pemberontak dan kecaman dari pejabat pemerintah.

"Kalau dia kembali ke Afganistan, dia takut dengan keselamatannya," ujar Motley kepada stasiun televisi CNN. Selama setahun terakhir Rahmani menjalani pelatihan pilot di Amerika Serikat.

Rahmani, 25 tahun, menjadi pilot perempuan pertama di negerinya pada 2013. Itu adalah cita-citanya sejak lama dan menjadi harapan ayahnya juga.

"Saya selalu ingin jadi pilot. Menjadi pilot adalah impian ayah saya," kata dia, seperti dilansir CNN, Rabu (28/12).

Bagi Rahmani cita-citanya adalah demi menghormati ayahnya sekaligus membuktikan kepada dunia, kaum perempuan juga bisa melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan kaum pria di Afganistan.

Di Angkatan Udara Rahmani akan menempuh lebih dari seribu jam terbang menggempur kaum pemberontak.

"Dia adalah panutan bagi kaum perempuan, para imigran, dan muslim di seluruh dunia," ujar Motley.

Keputusan Rahmani yang ingin meminta suaka ke AS mendapat kritik dari para pejabat militer Afganistan.

Jenderal Muhammad Radmanish meminta AS menolak permintaan suaka Rahmani karena menurut dia perempuan itu berbohong dia telah diancam dan memakai alasan itu supaya permohonan suakanya dikabulkan.

"Saya tahu ada masalah dengan ISIS dan orang-orang yang bilang mereka itu muslim. Mereka melakukan ini untuk memperlihatkan kepada dunia betapa buruknya orang muslim. Sayangnya, sebagai perempuan muslim Afgan, saya selalu mencoba melawan ISIS," kata Rahmani.

Permohonan suaka Rahmani kini masih tertunda di pemerintah Amerika.


Editor: Max Wen
Sumber: Merdeka.com

Advertisement by Google
BERIKAN KOMENTAR ()
 
loading...